Bagaimana Proses Terjadinya Kehamilan?

Tahukah anda, ketika seorang wanita dan pria melakukan hubungan seksual, bisa jadi akan terjadi yang namanya kehamilan. Kenapa? Karena saat seorang wanita dan pria melakukan hubungan seksual, maka sperma akan bertemu dengan sel telur sehingga memungkinkan untuk terjadinya proses fertilisasi (pembuahan).

Saat pasangan suami istri sedang menikmati hubungan seksual, maka akan terjadi proses orgasme dimana pria mengeluarkan sekian banyak spermanya pada vagina wanita dan sperma inilah yang akan terus berenang mencari jalan untuk sampai ke sel telur.



Sperma yang masuk ke dalam rahim akan berenang mencari jalan untuk sampai ke tuba falopi dan membuahi sel telur yang telah matang. Sel telur yang bisa di buahi hanya sel telur yang telah matang saja, dengan kata lain wanita tersebut harus berada pada masa suburnya agar kehamilan bisa terjadi.

Matang nya sel telur hanya memiliki waktu yang sebentar yaitu satu sampai dua hari saja. Jika dalam dua hari sel telur ini tidak di buahi oleh sperma, maka sel telur akan mati dan akan di keluarkan saat seorang wanita mengalami menstruasi.

Saat sperma membuahi sel telur yaitu masuk ke dalam inti sel telur, hanya kepala sperma sajalah yang bisa masuk ke dalam sel telur dan bersatu dengan inti sel telur, sedangkan ekornya yang hanya sebagai alat penggerak akan melepaskan diri dan tertinggal di luar.

Dan juga saat satu sperma telah masuk, maka bagian luar sel telur otomatis akan menjadi mengeras dan tidak membolehkan sperma lain masuk. sehingga hanya satu sperma sajalah yang dapat membuahi sel telur.

Inti sel telur yang telah dibuahi tadi akan mengalami pembelahan dan menjadi dua bagian setelah 30 jam. Kemudian akan membelah lagi menjadi empat bagian setelah 20 kemudian. Selanjutnya sel akan sampai di uterus setelah tiga sampai empat hari setelah pembuahan terjadi.

Proses pembuahan ini akan menghasilkan sel yang berbentuk bulat seperti bola dan sebesar pentolan pada jarum pentul, sel ini di sebut blastosis. Pada proses selanjutnya Blastosis ini kemudian akan menempel dan berimplantasi pada endometrium setelah kurang lebih lima hari.

Saat proses implantasi ini terjadi, kebanyakan wanita akan mengalami spooting yaitu keluarnya darah bercak-bercak. Dan dinding rahim akan mengalami penebalan dan leher rahim akan ditutup selama proses pertumbuhan janin ini dan akan dibuka kembali jika janin sudah siap untuk keluar.

Endometrium akan memberikan nutrien pada blastosis pada dua sampai empat minggu pertama saat perkembangan. Dan selama perkembangan ini akan terbentuk plasenta, melalui plasenta inilah nanti embrio akan mendapatkan nutrisinya selama berada di dalam rahim ibu.

Darah dari embrio akan mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusat dan kembali melalui vena pusat dan akan melewati hati embrio. Melalui plasenta ini juga terjadi pertukaran gas-gas respirasi dan pembuangan limbah metabolisme pada embrio.

No comments