Bagaimana Sih Terjadinya Menstruasi?

Menstruasi adalah dimana kita para wanita mengeluarkan darah dari jalan lahir, normalnya sebulan sekali. Menstruasi ini menandakan bahwa seorang wanita sudah mengalami kematangan pada organ reproduksinya. Dan juga berarti jika ada sperma yang membuahi maka akan terjadi kehamilan.

Menstruasi ini adalah hal yang fitrah dan memang semua wanita pasti akan mengalaminya ya, jadi jika sudah saatnya kita bakal mengahadapinya, kita juga tidak perlu khawatir karena mentruasi ini juga salah satu yang menandakan kita adalah wanita yang subur tapi tidak bisa dijadikan patokan ya.



Menstruasi pada umumnya terjadi saat kita sudah berusia antara 11-13 tahun, dan pada awal-awal, menstruasi memang tidak teratur karena tidak di sertai dengan pelepasan sel telur. Nah baru saat kita sudah berusia 17-19 tahun menstruasi akan disertai pelepasan sel telur dan juga mulai teratur dengan interval 26-32 hari.

Proses menstruasi diawali oleh Fase Proliferasi. Pada fase ini terjadi penebalan lapisan endometrium (lapisan dalam rahim). Fase Proliferasi terjadi sekitar 1-2 minggu. Penebalan lapisan endometrium diakibatkan oleh rangsangan hormon estrogen. Peningkatan hormon estrogen juga merangsang sekresi (pengeluaran) hormon LH (Luenizing Hormone) dan menekan hormon perangsang Folikel atau FSH (Folicle Stimulating Hormone).

Saat menstruasi juga akan terjadi siklus ovarium yang dimulai dengan Fase Folikuler. Pada Fase Folikuler ini, terjadi pelepasan sel telur (ovulasi) dari Folikel Graff. Sel telur yang dikeluarkan akan ditangkap oleh rumbai pada Tuba Falopi. Sel telur ini dilapisi oleh Korona Radiata yang akan memberikan nutrisi selama 48 jam.

Perlu diketahui bahwa ovarium terdiri atas beberapa Folikel. Diantara beberapa Folikel yang sedang tumbuh, umumnya hanya satu Folikel yang berkembang sedangkan Folikel lainnya akan mengalami disintegrasi. Setelah terjadinya ovulasi, Folikel yang masih ada akan berubah menjadi Korpus Luteum yang nantinya akan mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron.

Fase berikutnya disebut Fase Sekresi. Setelah endometrium tumbuh dan berkembang, pembuluh darah akan semakin dominan dan mengeluarkan cairan. Bila tidak ada yang membuahi sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan, maka Korpus Luteum akan mengalami kematian sehingga produksi estrogen dan progesteron menurun bahkan menghilang.

Tidak adanya progesteron dan estrogen menyebabkan terjadinya Fase Konstriksi (pengerutan) pembuluh darah. Pengerutan pembuluh darah menyebabkan lapisan dalam rahim mengalami kematian. Kematian lapisan dalam rahim akan diikuti oleh pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) dan menyebabkan pelepasan darah dalam bentuk perdarahan. Perdarahan yang terjadi merupakan fase aliran mentruasi. Darah yang hilang selama mesntruasi sekitar 50-60 cc.

Kehilangan daraha saat menstruasi normalnya tidak membahayakan, cukup di imbangi dengan makan makanan yang bergizi dan kaya akan zat besi, istirahat yang cukup dan tidak bekerja berlebihan. Kalau waktu menstruasi ngerasa pusing, harus segera di periksa ke fasilitas kesehatan terdekat ya, karena walaupun menstruasi adalah hal yang terjadi secara alamiah, tetap saja penerimaan masing-masing perempuan berbeda.

No comments