Cara Menghitung Masa Subur

Masa subur sangat berguna bagi pasangan yang berencana untuk memiliki anak, atau juga bagi pasangan yang menerapkan keluarga berencana untuk menjarakkan kehamilan dengan metode menghitung masa subur atau biasa disebut dengan metode kalender.

Masa subur adalah masa dimana sel telur sudah siap dibuahi oleh sperma, masa subur berlangsung 1-2 hari saja, jadi jika dalam 2 hari tidak ada sperma yang membuahi sel telur, maka sel telur akan luruh mati dan dikeluarkan dari dalam rahim bersamaan dengan menstruasi.



Masa subur hanya bisa dihitung oleh wanita yang siklus mesntruasinya rutin. Jadi untuk mengetahui masa subur, kita juga harus mengetahui terlebih dahulu siklus menstruasi kita. Contoh saja, jika hari pertama mesntruasi tanggal 5 april kemudian menstruasi berikutnya tanggal 2 mei, berarti siklus menstruasi anda adalah 27 hari.

Siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, namun pada umumnya antara 26-32 hari. Walaupun ada juga yang siklusnya tidak teratur seperti dalam setahun hanya mengalami menstruasi 2-4 kali saja. Wanita dengan siklus menstruasi seperti ini susah untuk menghitung masa suburnya.

Dalam penentuan siklus haid ada beberapa aturan yang perlu anda pahami yaitu :
1.Siklus haid terpanjang maupun terpendek dapat anda tentukan setelah melakukan pengamatan minimal selama 6 bulan.
2.Masa subur terjadi sekitar 3 hari sebelum dan sesudah ovulasi.
3.Masa ovulasi di hitung 14 hari sebelum haid pertama. Ovulasi = hari pertama haid terakhir + siklus menstruasi - 14.

Panjang pendeknya siklus haid ini di pengaruhi oleh banyak faktor, bisa dari faktor gizi (makanan dan minuman), aktivitas yang berlebihan sehingga anda kelelahan, pikiran/psikis jika anda stres dan juga pola istirahat anda yang tidak teratur. Jika siklus menstruasi anda tidak normal, segera periksakan diri anda ke fasilitas kesehatan terdekat.

Masa subur juga dapat di ketahui dengan menghitung suhu basal tubuh. Umumnya suhu tubuh akan meningkat 0,5oC menjelang ovulasi. Menghitung suhu basal ini juga setidaknya harus diamati selama minimal 6 bulan.

Bukan hanya itu, masa subur juga dapat ditentukan dengan mengamati lendir rahim. Lendir rahim ini kita kenal dengan sebutan keputihan. Mengamati lendir rahim bisa dengan diraba oleh tangan langsung. lendir rahim atau keputihan yang biasanya keluar saat tidak terjadi ovulasi hanya sedikit dan terasa kering pada daerah kewanitaan.

Saat terjadi ovulasi atau masa subur telah datang, Lendir atau keputihan ini akan keluar lebih banyak dari biasanya dan berwarna agak jernih seperti putih telur dan menyebabkan alat kelamin terasa lembab. Kondisi ini disebabkan karena adanya rangsangan oleh hormon estrogen.

Penentuan masa subur dengan menghitung suhu basal dan lendir rahim memang membutuhkan waktu yang relatif lama dan dilakukan setiap hari. Untuk memiliki hasil yang cepat bisa juga dengan alat pemeriksaan kesuburan yang bisa di beli di apotik dan juga dengan pemeriksaan USG.

Namun tentu saja dengan menggunakan alat kesuburan maupun USG membutuhkan biaya yang lumayan. Sehingga untuk keluarga dengan status ekonomi menengah ke bawah lebih memilih dengan cara pemeriksaan suhu basal dan lendir rahim ketimbang membeli alat yang mahal di apotik apalagi harus melakukan pemeriksaan USG.

Untuk laki-laki, mereka tidak memiliki masa subur, sehingga kapanpun mereka ejakulasi dan pasangan wanitanya sedang pada masa subur maka kehamilan akan terjadi, namun jika pasangan wanita tidak sedang dalam masa subur, dalam dunia medis tidak akan mungkin terjadi kehamilan.

No comments