Apa Keuntungan Homeschooling?

Homeschooling
via stayathomemum[dot]com[dot]au

Setiap orang tua pasti menginginkan pendidikan dan metode belajar yang terbaik untuk anak mereka. Dan wajar apabila mereka kemudian bertanya “apa sih keuntungan homeschooling?” Karena mungkin banyak diantara mereka yang hanya mengenyam pendidikan di sekolah tanpa pernah tahu dan bersentuhan langsung dengan metode homeschooling.

Selama berabad-abad, pendidikan terus berkembang. Apa yang dianggap sebagai metode pengajaran kuno mulai ditinggalkan atau dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa sesuai dengan perkembangan anak-anak saat ini.

Tentu saja ada banyak kelebihan dan kekurangan homeschooling. Mengetahui kelebihan dan kekurangan homeschooling akan membuat kita lebih memahami apakah homeschooling tersebut lebih cocok untuk diterapkan kepada anak atau tidak.


Keuntungan homeschooling


Sebelum kita membahas lebih jauh tentang homeschooling, kita akan mencoba memulai dari satu hal penting yang terjadi di sebuah kelas di sekolah.

Di ruang kelas yang cukup besar dengan sejumlah anak-anak, semua tidak akan mampu diperhatikan perindividu oleh seorang guru yang terlatih dan dianggap mampu sekalipun. Akibatnya, banyak anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian atau tertinggal dari teman-temannya yang lain, terutama yang lebih pintar dan lebih mudah memahami pelajaran maju dengan pesat.

Dan sayangnya, seorang guru lebih banyak memilih untuk melanjutkan pelajaran siswa yang sudah mengerti, dibandingkan dengan mengulang pelajaran untuk mengatrol anak-anak yang ketinggalan.

Kekurangan tersebut membuat ruang kelas seringkali tidak efektif untuk mengangkat prestasi siswa.

Sebaliknya, dengan homeschooling, orang tua memiliki kesempatan untuk mencurahkan lebih banyak waktu bagi anak-anak mereka. Mereka juga bisa mengenali dan mengetahui sejauh mana penyerapan pelajaran oleh anak-anak.

Sehingga, pada saat anak-anak kesulitan memahami sebuah pelajaran, orang tua bisa memberikan waktu lebih banyak untuk fokus pada pelajaran tersebut hingga anak-anak bisa memahaminya.

Selain itu, karena ini adalah homeschooling yang kondisinya sangat privat, dengan gangguan yang minimal, maka sebagian besar pelajaran cenderung lebih mudah diserap.

Kurikulum yang diberikan juga bisa disesuaikan dengan minat anak. Di samping mata pelajaran tertentu. Contoh, jika anak-anak dalam proses belajarnya tertarik pada sesuatu, misalnya seni musik, seni tari, atau olahraga tertentu, orang tua bisa langsung memasukkan kurikulum tersebut untuk diajarkan setiap hari kepada anak. Sehingga anak tumbuh dan berkembang tanpa kehilangan minat dan bakat mereka.

Gaya belajar mengajar di rumah juga dilakukan dengan cara yang paling kondusif. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas anak. Sehingga mereka bisa lebih berprestasi.

Sebagian besar homeschooling memang dimaksudkan untuk memberikan perhatian Individual sehingga anak-anak bisa dididik dan di berikan contoh sesuai dengan keinginan orang tua.

Dengan homeschooling, tidak seperti pelajaran di sekolah yang memiliki kurikulum sangat kaku, orang tua di rumah bisa mendapatkan kebebasan dalam mengajar sesuai yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk diterapkan langsung dalam kehidupan nyata.

Bahkan, keterampilan-keterampilan seperti memasak, mengelola uang, belanja, berbisnis, dan menyelesaikan proyek bisa diterapkan pada anak-anak dengan metode homeschooling yang bersifat privat dan praktis.

Kembali ke sekolah umum, anak-anak cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk fokus pada mata pelajaran akademik. Sebagian besar mereka sangat tergantung kepada siswa-siswa yang lainnya. Bahkan bagi mereka yang sudah paham sekalipun, kadang-kadang harus menunggu karena guru tidak mengalihkan topik atau tidak melanjutkan pelajarannya ke level selanjutnya karena mungkin ada beberapa anak yang belum paham.

Intinya, di sekolah ada banyak waktu yang terbuang dan langkah anak-anak dalam belajar pun menjadi tersendat.

Homeschooling, meskipun jam sekolahnya lebih pendek, cenderung lebih unggul di bidang akademik karena keterlibatan langsung orang tua dalam pendidikan.

Hal penting yang perlu digarisbawahi di sini adalah “peran orang tua.” Jadi, tingkat keberhasilan pendidikan homeschooling juga sangat bergantung pada dedikasi dan kemampuan orang tua itu sendiri.

Selain beberapa kelebihan di atas, kelebihan lain yang di dapatkan dari metode belajar homeschooling adalah, keluarga cenderung memiliki hubungan yang lebih erat karena mereka lebih sering bersama-sama di rumah setiap hari untuk belajar. Tidak hanya dengan orang tua melainkan dengan saudara-saudaranya yang lain.

Anak-anak yang belajar di rumah cenderung bisa mengadopsi nilai-nilai dan perilaku yang baik. Sehingga, tidak terkontaminasi oleh lingkungan yang negatif. Anak-anak cenderung lebih jauh dari narkoba, lebih jauh dari pergaulan bebas, lebih jauh dari melakukan tindakan yang melanggar norma atau tindakan dan perkataan yang dianggap sebagai bully terhadap orang lain.

Menurut penelitian manfaat dan keuntungan homeschooling jauh lebih besar dibandingkan dengan kekurangannya. Sehingga setiap orang tua layak untuk mencoba homeschooling sesuai dengan kemampuannya.

Namun perlu diingat, jika orang tua merasa tidak mampu dan tidak memiliki waktu, sebaiknya orang tua menyerahkan pendidikan anak ke sekolah umum.

No comments