Cara Mengetahui Kecerdasan Apa yang Dimiliki oleh Anak

Sebagian besar orang tua mengetahui kecerdasan anaknya berdasarkan ciri-ciri tertentu. Namun sering tidak bisa mendefinisikan "jenis kecerdasan apakah itu?" Sehingga, banyak orang tua yang kemudian mengabaikan bakat anaknya. Akibatnya, kecerdasan anak tidak terasah, bakat anak tidak digali, dan bahkan, tidak sedikit orang tua yang sama sekali tidak memfasilitasi anak untuk menunjang kemampuan sepesialnya tersebut.

Anak Cerdas

Sebagian besar orang tua saat ini hanya menilai kecerdasan anak secara global melalui rangking di sekolah. Padahal, ada kecerdasan personal yang dimiliki oleh setiap manusia (anak) seperti: cerdas dalam menghitung, cerdas dalam berbicara, dan lain-lain.

Menurut seorang ahli multiple intelegensi bernama Thomas Armstrong, Ph.D, kecerdasan anak bukan hanya dilihat dari kecerdasan atau kemampuan akademiknya saja, melainkan harus dilihat juga bakat dan keterampilan yang mereka miliki.

Setidaknya ada 8 jenis kecerdasan yang dimiliki oleh manusia dan sudah terlihat sejak anak-anak. Diantaranya adalah:

Kecerdasan bahasa (linguistik)

Kecerdasan bahasa

Anak yang memiliki kecerdasan bahasa (word smart) biasanya ditandai dengan kemampuan anak dalam menulis maupun berbicara. Mereka biasanya menunjukkan kemampuan:
  • Mudah mengingat kata-kata baru
  • Mudah mengingat nama teman atau orang baru yang dikenalnya
  • Punya kemampuan menulis lebih dini dibandingkan dengan teman-teman sebayanya
  • Suka membaca
  • Senang berbicara, dan
Senang juga bercerita maupun mendengarkan orang bercerita. Anak-anak yang diberkati dengan kecerdasan linguistik macam ini perlu didukung dengan:
  • Membelikan mereka buku-buku cerita
  • Menyediakan media untuk menulis dan menggambar
  • Mainan yang berkaitan dengan huruf-huruf atau permainan kata
  • Komik
  • Atau orang tua juga bisa mendukung anak-anak dengan sering-sering memintanya bercerita, membaca bersama, mendengarkan dongeng, dan lain-lain.

Kecerdasan matematis

Kecerdasan logika

Kecerdasan matematis atau dikenal juga dengan istilah number smart (kecerdasan logika) ditandai dengan kemampuan anak yang lebih menonjol di bidang hitung menghitung. Biasanya mereka sangat menyukai matematika, menyukai hal-hal yang berbau logic, suka dengan sains, dan angka-angka.

Untuk mendukung kecerdasan mereka, orang tua bisa menyediakan:
  • Puzzle
  • Permainan angka
  • Benda-benda untuk dihitung
  • Alat berhitung seperti sempoa
  • Alat untuk mengukur berat
  • Alat untuk mengukur jarak
  • Mengajak mereka ke museum pengetahuan
  • Bermain sambil menghitung
  • Main monopoli dan lain-lain.

Kecerdasan intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal atau dalam istilah asing dikenal dengan self smart, adalah kecerdasan yang ciri-cirinya: Anak tersebut punya rasa percaya diri yang tinggi dan bisa mengkomunikasikan serta membahasakan perasaannya dengan sangat baik.

Untuk mendukung kecerdasan interpersonal seorang anak, orang tua perlu memberikan anak-anak mereka:
  • Boneka
  • Figure (patung)
  • Berbagai bentuk mainan peragaan
  • Ajak mereka untuk melihat teater, dan
  • Menonton film

Kecerdasan musikal

Anak yang sejak kecil terlihat gemar menari, senang menyanyi, suka dengan musik, kemudian, mudah mengingat dan menyanyikan lagu-lagu yang baru didengarnya, atau jika mereka mampu menguasai berbagai bentuk alat musik serta menyukai alat-alat musik tersebut, maka itu bisa jadi tanda bahwa anak memiliki kecerdasan musikal.

Jika Anda menemukan anak memiliki kecerdasan musikal, Anda setidaknya harus mendukung mereka dengan membelikan berbagai bentuk peralatan musik dan mendukung mereka dengan mendaftarkan anak ke sekolah vocal, kursus musik, dll.

Di rumah, orang tua bisa mengajak anak bernyanyi, menari, atau memainkan alat musik bersama.

Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan interpersonal atau people smart ditandai dengan kemampuan anak dalam memahami orang lain, punya sifat empati yang tinggi, senang berkomunikasi, atau senang bertemu dengan orang lain.

Kecerdasan semacam ini bisa didukung dengan sering-sering mengajak anak berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, mereka juga bisa diajak menonton teater atau drama.

Kecerdasan spasial

Picture smart adalah istilah asing untuk “kecerdasan parsial.” Ditandai dengan kemampuan anak dalam memvisualisasikan apa yang dibayangkan dan apa yang dilihatnya. Anak-anak dengan kemampuan spasial gemar corat-coret, mewarnai, menggambar berbagai imajinasi yang ada di otak mereka, dan suka bermain-main dengan warna-warna maupun berbagai bentuk.

Untuk mendukung kemampuan anak tersebut, orang tua setidaknya harus membekali anak dengan buku gambar dan pensil gambar, alat melukis, kamera, mengajak mereka menyaksikan pameran lukisan, dan lain-lain.

Kecerdasan naturalis

Kecerdasan naturalis ditandai dengan kepedulian anak terhadap lingkungannya, suka dengan binatang, suka bercocok tanam atau senang berkebun, suka bunga-bunga, dan peduli terhadap lingkungan.

Anak-anak seperti ini perlu didukung dengan membelikan mereka binatang peliharaan, mengajak mereka berkebun dan bertani, memelihara hewan-hewan tertentu seperti burung, ikan di akuarium, dan lain-lain.

Kecerdasan kinetik

Kecerdasan kinetik atau body smart ditandai dengan kemampuan anak dalam menirukan berbagai gerakan, seperti tari maupun olahraga. Anak-anak yang dikaruniai kecerdasan kinetik sering menggunakan ekspresi dalam menggambarkan perasaan. Dan sering menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi.

Anak-anak dengan kecerdasan kinetik perlu didukung dengan mengajarkan mereka menari, mengajak mereka berolahraga bersama-sama, menonton sandiwara atau menonton teater, bermain pasir, hingga membangun rumah-rumahan.

No comments