Pendidikan Indonesia 2016 Berada di Peringkat 57 dari 65 Negara

Sekolah Tak Layak di Indonesia

Jika melihat peringkat Pendidikan Indonesia (World Education Ranking) di dunia versi OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), Indonesia berada di peringkat ke 57 dari total 65 negara. Ranking tersebut tentu saja sangat mengecewakan, mengingat posisi tersebut lumayan jauh berada di belakang Thailand yang menempati peringkat 50. Sedangkan untuk peringkat 1 hingga 10 besar berturut-turut ditempati oleh:
  1. China
  2. Korea Selatan
  3. Finlandia
  4. Hongkong (China)
  5. Singapura
  6. . Kanada
  7. Selandia baru
  8. Jepang
  9. Australia
  10. Belanda
Apa yang menyebabkan pendidikan di Indonesia masih sangat terbelakang? Mungkin beberapa faktor berikut ini adalah penyebabnya.


Kualitas pengajar yang masih standar

Best teacher quotes

Di negara kita, orang-orang pintar justru jarang jadi guru. Alasannya mungkin karena gajinya yang belum memadai. Padahal, di negara-negara maju seperti Finlandia misalnya, di negara itu, guru adalah profesi favorit yang walaupun mungkin gajinya tidak tinggi-tinggi amat, tapi dianggap mampu memberikan kesejahteraan dan dianggap sebagai salah satu profesi paling mulia.


Banyak orang tua belum menyadari bahwa pendidikan tidak hanya didapatkan di bangku sekolah

Pendidikan di rumah

Sistem pendidikan di sekolah-sekolah seperti yang kita tahu, terkesan sangat kaku, sebagian besar belajar-mengajar dilakukan dengan cara yang begitu-begitu saja, walaupun kurikulum sudah bolak-balik berganti.

Yang saya maksud dengan begitu-begitu saja adalah teknik belajar melalui buku paket. Sedangkan praktek dan interaksi langsung dengan objek pembahasan sangat jarang terjadi.

Karena banyak orang tua yang hanya mempercayakan pendidikan anak kepada guru di sekolah, akhirnya banyak anak yang memiliki pengetahuan terbatas hanya dari apa yang didapat di sekolah saja.

Padahal, jika kita melirik kemampuan anak-anak homeschooling yang menghasilkan lulusan sekian persen lebih baik dibandingkan dengan anak yang menimba pendidikan di sekolah, maka seharusnya kita menyadari bahwa pendidikan yang diberikan oleh orang tua di rumah juga mampu mengangkat prestasi anak.


Anak Indonesia kurang mandiri


Kemandirian adalah salah satu kunci sukses. Apabila sejak dini anak-anak tidak diajarkan mandiri, mereka cenderung berubah jadi malas, manja, dan ogah memaksakan diri agar mendapatkan nilai akademik yang baik. Bentuk-bentuk kurangnya kemandirian anak-anak saat ini terlihat dari:


Masih banyak anak yang di antar sekolah setelah berusia 8 tahun atau 10 tahun keatas.



  • Masih banyak anak yang PR-nya dikerjakan oleh orang tua.
  • Masih banyak anak yang suka boros jajan.


  • Beberapa faktor lainnya


    1. Jumlah pengajar berkualitas yang masih kurang.
    2. Kualitas pendidikan di Indonesia yang belum merata.
    3. Masih banyak anak yang berhenti sekolah untuk cari uang dan puas hanya dengan gaji kecil.
    4. Fasilitas atau infrastruktur yang tidak mendukung.
    .

    No comments