5 Maianan Anak yang Membutuhkan Pengawasan Orang Tua

Anak bermain
via s.yimg[dot]com


Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Apapun di mata mereka adalah objek mainan. Karena imajinasi mereka baru berkembang, mereka pun berusaha untuk belajar dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya.

Imajinasi mereka yang bebas, membuat mereka sering melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda. Misalnya, kasur yang empuk bagi orang dewasa adalah tempat tidur yang nyaman. Akan tetapi bagi anak-anak, itu adalah trampoline yang paling menyenangkan untuk dipakai loncat-loncat dan bermain.

Anak-anak sering melihat benda berdasarkan imajinasi dan keinginan mereka. Misalnya tanah yang licin dan kotor, bagi orang dewasa itu menjijikan dan berbahaya. Akan tetapi bagi anak-anak itu bisa menjadi tempat yang paling menyenangkan untuk bermain prosotan dan bercanda dengan teman-teman.

Apapun yang anak-anak mainkan, sebenarnya mereka tetap membutuhkan pengawasan orang tua. Karena, mainan-mainan yang aman sekalipun, di tangan anak-anak bisa jadi berbahaya.

Akan tetapi, produsen mainan tetap berusaha memproduksi berbagai mainan yang menarik bagi anak-anak tanpa memikirkan sisi negatifnya. Kadang-kadang mereka terkesan tidak peduli dengan keselamatan anak-anak. Yang mereka pedulikan hanyalah meraup untung sebanyak-banyaknya.

Peran penting orang tua untuk mengawasi atau mencegah anaknya melakukan hal-hal yang merugikan dari mainan-mainan tersebut sangat dibutuhkan. Beberapa mainan anak yang berbahaya dan membutuhkan pengawasan ekstra dari orang tua antara lain:


Kembang api


Anak bermain kembang api
via pinimg[dot]com


Pada momen-momen tertentu seperti di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, menjelang Natal dan tahun baru, serta beberapa momen besar lainnya biasanya dimeriahkan oleh masyarakat menggunakan kembang api.

Kembang api (firework) adalah mainan paling berbahaya yang tidak dianjurkan untuk anak-anak. Tidak hanya dapat menyebabkan kecelakaan dan kerugian pada anak, melainkan kembang api juga berbahaya bagi orang lain.

Tidak hanya ledakan kembang api yang berbahaya. Melainkan asap kembang api yang mengandung berbagai logam berat juga tidak baik untuk kesehatan orang-orang disekitar.


Petasan


Anak bermain petasan
via artofmanliness[dot]com


Saat ini kamu kita semakin mudah menemukan petasan yang dijual secara bebas sebagai mainan untuk anak-anak. Petasan banting misalnya, walaupun berukuran kecil namun cukup berbahaya.

Begitu juga jika anak terlihat mencoba atau berusaha untuk membuat petasan sendiri, orang tua wajib untuk melarang anaknya. Tidak ada alasan memperbolehkan anak membuat petasan sendiri tanpa bimbingan ahli.


Tembakan dengan peluruh


Anak bermain tembak-tembakan
via i.ytimg[dot]com


Ada banyak jenis tembakan mulai dari pistol-pistolan hingga replika senjata laras panjang yang dijual sebagai mainan anak-anak. Senjata tersebut biasanya menggunakan peluru keras terbuat dari bahan plastik dan dari berbagai bahan lainnya.

Walaupun peluru mainan tersebut terkesan ringan dan aman, mainan ini tetap berbahaya di tangan anak-anak.


Pedang-pedangan


Anak bermain pedang-pedangan
via sweet-juniper.[dot]com


Pedang-pedangan adalah salah satu mainan anak-anak yang cukup populer karena pengaruh film-film yang mereka lihat. Salah satu bahaya paling menghawatirkan dari bermain pedang-pedangan adalah, pedang-pedangan tersebut bisa mencederai mata dan anggota tubuh lainnya. Karena sebagian besar pedang-pedangan dan pisau mainan memiliki ujung yang lancip dan tajam.


Sepatu Roda


Pelindung untuk anak bermain sepatu roda
via pinimg[dot]com


Saat ini, semakin banyak anak yang diberikan sepatu roda oleh orangtuanya bahkan sejak mereka berusia 4-5 tahun.

Bermain sepatu roda sebenarnya sah-sah saja. Namun sayangnya, banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa keselamatan anak mereka dalam bahaya ketika bermain sepatu roda.

Diantara kekhawatiran terbesar ketika anak-anak bermain sepatu roda adalah, mereka bisa cedera entah itu di lutut, siki, atau di anggota tubuh yang lain. Yang paling mengkhawatirkan adalah apabila kepala mereka terbentur dan tidak terlindungi.

Peran orang tua sebelum memberikan anak sepatu roda adalah memberitahukan pentingnya menjaga keselamatan dengan menggunakan pelindung seperti helm, pelindung siku dan lutut, serta mematuhi beberapa peraturan penting seputar bermain sepatu roda.

Sebelum memberikan mainan-mainan berbahaya di atas, ada baiknya orang tua bertanya pada diri sendiri mengenai manfaat dan bahaya yang bisa ditimbulkan mainan tersebut bagi anak atau orang lain. Jika memungkinkan untuk tidak memberikan anak mainan-mainan tersebut, maka sebaiknya jangan diberikan, apalagi sampai mengiming-imingikannya.

No comments